Kultum: Bagaimanakah Puasa yang Baik


Menurut Prof. DR. Salman Harun puasa yang baik ad. Memuasakan semua Pusat-Pusat Energi yang ada dalam diri manusia. Dalam diri manusia terdapat Empat Pusat Energi yang berpotensi melakukan kebaikan dan berpotensi melakukan kejahatan ATAU dengan kata lain berpotensi menghasilkan pahala dan berpotensi menghasilkan dosa sama besarnya. Selama berpuasa ini disamping menahan lapar dan dahaga juga harus bisa menekan seminimal mungkin Pusat-Pusat Energi yang berpotensi menghasilkan dosa dan memacu semaksimal mungkin Pusat-Pusat Energi yang berpotensi menghasilkan pahala.

Pusat-Pusat Energi yang ada dalam diri manusia adalah :

1.     Jasmani / Panca Indra

  • Panca Indra berpotensi menghasilkan pahala dan dosa sama besarnya.
  • Panca Indra mampu menggerakan Otak atau sebagai pusat rangsangan otak untuk berpikir, sehingga dari proses berpikir inilah akan menghasilkan Ilmu Pengetahuan.
  • Eropa maju karena gerakan kebebasan berpikir / Averoisme Ibnu Rusdy sebuah ajaran yang mampu menggerakan otak-otak orang-orang Eropa untuk berpikir.

2.    Otak / Daya Pikir

  • Otak berpotensi menghasilkan pahala dan dosa sama besarnya.
  • Selama Romadhon kita harus bisa selalu ber-Positif Thinking terhadap diri dan lingkungan kita.
  • Hadits : Menahan perus / puasa berarti mencegah penyakit dan menambah kecerdasan otak dan kecerdasan sosial.

3.    Hati / Daya Rasa

  • Hati berpotensi menghasilkan pahala dan dosa sama besarnya.
  • Selama berpuasa kita harus bisa menghilangkan penyaki-penyalit hati seperti iri, dengki, hasyud, ingkar ni’mat, marah dll.
  • Hati ada 4 macam : AJROH ( aktifitas hati yang selalu berorientasi pada pahala ), AHLAB ( aktifitas hati yang tertutup jauh dari kebenaran ), MANGKUS ( aktifitas hati yang selalu merasa kurang , berpotensi tumbuh suburnya iri, dengki dkk ), AHLAF  (aktifitas hati yang labil dan mudah berubah-ubah, kadang lembut kadang kasar dll)

4.    Perut / Pusat Nafsu

  • Perut berpotensi menghasilkan pahala dan dosa sama besarnya.
  • Otak sangat tergantung pada Jasmani, dan Jasmani sangat tergantung pada Perut.
  • Hadits : Sesungguhnya syaetan berjalan pada diri manusia seperti/mengikuti berjalannya darah, maka persempitlah ruang jalannya dengan cara lapar / berpuasa.

Kesimpulan :

  1. Jika puasa kita benar maka setelah berpuasa harus ada perubahan dalam diri kita
  2. Jika puasa kita benar maka kita akan seperti puasanya uler hingga menjadi kupu-kupu
  3. Jika puasa kita benar berarti kita menang dalam perang
  4. Jika tidak ada perubahan setelah puasa sama hanya dengan puasanya ular.
  5. Jika masih ada rasa eman-eman beramal sholeh dll berarti kita masih terjajah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s